Pemberdayaan komunitas dapat disebut sebagai suatu upaya untuk menciptakan/meningkatkan kapasitas atau kemampuan masyarakat, baik secara individu maupun kelompok, dalam memecahkan berbagai persoalan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas hidup, kemandirian, dan kesejahteraannya.
Prinsip pemberdayaan komunitas:
1) Penyadaran
2) Pelatihan
3) Pengorganisasian
4) Pengembangan kekuatan
5) Membangun dinamika
Ruang lingkup pemberdayaan komunitas:
1) Bina manusia
2) Bina usaha
3) Bina lingkungan
4) Bina kelembagaan
Pemberdayaan komunitas diarahkan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, misalnya dengan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, pembukaan lapangan pekerjaan, pengentasan kemiskinan, sehingga kesenjangan sosial dapat diminimalkan
Tujuan pemberdayaan komunitas:
1) Perbaikan kehidupan (better living), memperbaiki keadaan hidup setiap keluarga dan masyarakat.
2) Perbaikan aksesabilitas (better accesability), utamanya tentang aksesabilitas informasi/inovasi.
3) Perbaikan pendidikan (better education)
4) Perbaikan tindakan (better action), dengan perbaikan pendidikan diharapkan akan terjadi tindakan-tindakan yang makin baik.
5) Perbaikan kelembagaan (better institution), termasuk pengembangan jaringan
6) Perbaikan usaha (better busines)
7) Perbaikan pendapatan (better income)
8) Perbaikan lingkungan (better environment), baik fisik maupun sosial.
9) Perbaikan masyarakat (better community).
Manfaat pemberdayaan komunitas adalah memungkinkan perkembangan dan penggunaan bakat/atau kemampuan terpendam dalam setiap individu.
Pendekatan pemberdayaan komunitas:
1) Pendekatan kesejahteraan (the walfare approach), lebih memusatkan pada pemberian bantuan kepada masyarakat untuk menghadapi bencana alam, misalnya mereka yang terkena musibah bencana alam.
2) Pendekatan pembangunan (the development approach), memusatkan perhatian pada pembangunan untuk meningkatkan kemandirian, kemampuan, dan keswadayaan masyarakat. Misal : pemberian dana bantuan pembangunan untuk menumbuhkan keswadayaan masyarakat.
3) Pendekatan pemberdayaan (the empowerment approach), melihat kemiskinan sebagai akibat proses politik dan berusaha memberdayakan atau melatih rakyat untuk mengatasi ketidakberdayaannya. Pendekatan ini dilakukan melalui pelatihan pemberdayaan masyarakat untuk segera terlepas dari ketidakberdayaan mereka. Misal : pemberian modal usaha kecil.
Strategi pemberdayaan komunitas:
1) Menyusun instrumen penyusunan data. Dalam kegiatan ini informasi yang diperlukan dapat berupahasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, referensi yang ada, dari hasil temuan dan pengamatan lapangan.
2) Membangun pemahaman, komitmen untuk mendorong kemandirian individu, keluarga dan masyarakat.
3) Mempersiapkan sistem informasi, mengembangkan sistem analisis, intervensi monitoring dan evaluasi pemberdayaan individu, keluarga dan masyarakat.
Metode pemberdayaan komunitas:
a. RRA (Rapid Rural Appraisal), metode ini menggabungkan beberapa teknik yang terdiri dari :
1) Telaah data sekunder, termasuk peta wilayah dan pengamatan lapangan secara ringkas.
2) Observasi langsung.
3) Wawancara dengan informan kunci.
4) Pemetaan dan pembuatan diagram/grafik.
5) Studi kasus, sejarah lokal, dan biografi.
6) Pembuatan kuesioner.
7) Pembuatan laporan.
b. PRA (Participatory Rapid Appraisal) atau penilaian secara partisipatif, meliputi:
1) Pemetaan wilayah.
2) Analisis keadaan yang berupa:
a) Keadaan masa lalu, sekarang, dan kecenderungan masa depan.
b) Identifikasi perubahan yang terjadi.
c) Identifikasi masalah dan alternatif pemecahan.
d) Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman atau strength, weakness, opportunity, and threat (SWOT)
3) Pemilihan alternatif pemecahan masalah
4) Rincian tentang stakeholder dan peran yang diharapkan dari para pihak, serta jumlah sumber pembiayaan yang dapat diharapkan untuk melaksanakan program.
c. FGD (Focus Group Discussion) atau diskusi Kelompok Terarah
Merupakan interaksi individu-individu yang diarahkan untuk pemahaman dan atau pengalaman tentang program atau kegiatan yang diikuti.
d. PLA (Participatory Learning And Action),
Merupakan metode pemberdayaan masyarakat yang terdiri dari proses belajar tentang suatu topik dan selanjutnya diikuti dengan aksi riil yang relevan dengan materi pemberdayaan.
e. SL atau Sekolah lapangan (Farmers Field School/FFC),
Merupakan pertemuan berkala yang dilakukan oleh sekelompok anggota masyarakat untuk membahas persoalan yang dihadapi, berbagi pengalaman, dan pemilihan cara pemecahan masalah yang efektif dan efisien sesuai dengan sumber daya yang dimiliki.
f. Pelatihan Partisipatif.