A. Menentukan Topik Penelitian
B. Merumuskan Pertanyaan
C. Menentukan Metode Penelitian
A. Menentukan Topik Penelitian
Tahap pertama dalam melakukan penelitian adalah menentukan topik penelitian. Topik penelitian adalah hal atau persoalan yang akan diteliti.
Dalam menentukan topik penelitian, peneliti harus mempertimbangkan beberapa hal.
Pertimbangan dalam menentukan topik penelitian :
a. Topik dapat diteliti.
b. Topik yang diteliti memberikan manfaat.
c. Menarik dan penting untuk diteliti.
d. Dapat diperoleh data yang relevan.
Konsep dan Variabel Penelitian
Konsep adalah ide-ide, penggambaran hal-hal atau benda-benda atau pun gejala-gejala sosial, yang dinyatakan dalam istilah atau kata.
Konsep terbentuk dengan jalan abstraksi dan generalisasi.
Abstraksi adalah proses menarik intisari dari ide-ide, hal-hal, benda-benda, juga gejala sosial.
Generalisasi adalah menarik kesimpulan umum dari sebuah ide, hal, benda, dan gejala sosial yang khusus.
Macam konsep :
a. Konsep konkret : dapat diindera oleh pancaindera.
Contoh : meja, kursi, komputer, motor, sendok.
b. Konsep abstrak : tidak dapat diindera oleh panca indera.
Contoh : masyarakat, organisasi, asimilasi, kebahagiaan, pendidikan.
Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai.
Nilai suatu variabel dapat dinyatakan dengan angka atau kata-kata. Kebanyakan konsep ilmu sosial berada pada tingkatan yang abstrak. Untuk itu, konsep yang abstrak harus diubah menjadi konsep yang lebih konkret sehingga konsep itu dapat diamati dan diukur. Nah, konsep inilah yang dikenal sebagai variabel. Variabel dapat berupa peristiwa, tingkah laku, atau karakteristik dari individu, kelompok, dan masyarakat lainnya yang dapat diukur.
Contoh:
konsep: pendidikan
variabel: jenjang pendidikan.
Macam-macam Variabel
a. Variabel bebas/variabel pengaruh/variabel penyebab merupakan variabel yang mempengaruhi atau menjadi penyebab bagi variabel lain.
b. Variabel terikat/variabel terpengaruh/variabel akibat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain.
Contoh :
Rumusan judul penelitian berbunyi :
"Dampak Disorganisasi Keluarga terhadap Kenakalan Remaja"
variabel bebas variabel terikat
Dalam judul tersebut :
variabel bebas : disorganisasi keluarga
variabel terikat : kenakalan remaja
Hubungan antar Variabel
a. Hubungan positif: apabila terjadi perubahan nilai dalam sejumlah satuan tertentu pada satu variabel, akan diikuti oleh perubahan nilai dalam sejumlah satuan yang sama atau sebanding pada variabel lainnya ke arah yang sama.
Contoh pernyataan yang menunjukkan adanya hubungan positif:
"Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi jumlah penghasilannya".
"Semakin rendah tingkat pendidikan seseorang, semakin rendah jumlah penghasilannya".
b. Hubungan negatif: apabila terjadi perubahan nilai dalam sejumlah satuan tertentu pada satu variabel akan diikuti oleh perubahan nilai dalam sejumlah satuan yang sama atau sebanding pada variabel lainnya ke arah yang berlawanan.
Contoh pernyataan yang menunjukkan adanya hubungan negatif:
"Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tidak percaya terhadap tahayul".
B. Merumuskan Pertanyaan
Setelah menentukan topik penelitian, peneliti merumuskan pertanyaan penelitian. Pertanyaan inilah yang akan dicari jawabannya dengan melakukan penelitian.
Rumusan pertanyaan penelitian dibuat sesuai dengan latar belakang dari masalah yang akan diteliti. Perhatikan contoh berikut.
a. Hubungan positif: apabila terjadi perubahan nilai dalam sejumlah satuan tertentu pada satu variabel, akan diikuti oleh perubahan nilai dalam sejumlah satuan yang sama atau sebanding pada variabel lainnya ke arah yang sama.
Contoh pernyataan yang menunjukkan adanya hubungan positif:
"Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi jumlah penghasilannya".
"Semakin rendah tingkat pendidikan seseorang, semakin rendah jumlah penghasilannya".
b. Hubungan negatif: apabila terjadi perubahan nilai dalam sejumlah satuan tertentu pada satu variabel akan diikuti oleh perubahan nilai dalam sejumlah satuan yang sama atau sebanding pada variabel lainnya ke arah yang berlawanan.
Contoh pernyataan yang menunjukkan adanya hubungan negatif:
"Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tidak percaya terhadap tahayul".
B. Merumuskan Pertanyaan
Setelah menentukan topik penelitian, peneliti merumuskan pertanyaan penelitian. Pertanyaan inilah yang akan dicari jawabannya dengan melakukan penelitian.
Rumusan pertanyaan penelitian dibuat sesuai dengan latar belakang dari masalah yang akan diteliti. Perhatikan contoh berikut.
Contoh latar belakang masalah:
Sebagian anak muda di kota besar cenderung menyukai makanan cepat saji dibandingkan dengan sayur-mayur dan buah-buahan. Pada usia tertentu tingkat kesehatan mereka lebih buruk dibandingkan dengan usia sama pada anak muda yang menyukai menu sayur dan buah.
Rumusan masalah:
Bagaimana pengaruh makanan cepat saji terhadap tingkat kesehatan masyarakat?
Menyusun Hipotesis
Bentuk Rumusan Hipotesis
a. Hipotesis deskriptif.
Masalah : Berapa rata-rata penjualan buku cabang PT "X" di kota "J"
Hipotesis : Rata-rata penjualan buku cabang PT "X" di kota "J" adalah 100 buah per hari.
b. Hipotesis komparatif.
Masalah : Bagaimana daya tahan TV merek "P" apabila dibandingkan dengan daya tahan TV merek "Q"
Hipotesis : Daya tahan TV merek "P" lebih lama dibandingkan dengan daya taham TV merek "Q".
c. Hipotesis asosiatif
Masalah : Bagaimana bentuk hubungan antara inflasi dan harga saham PT "A".
Hipotesis : Ada hubungan negatif antara inflasi dan harga saham PT "A".
C. Menentukan Metode Penelitian
Metode Penelitian
Jenis metode penelitian:
a. Metode historis (sejarah).
b. Metode eksperimental.
c. Metode deskriptif.
d. Metode korelasional (hubungan antara variabel).
Model Penelitian
a. Penelitian kuantitatif : menggunakan statistik
1) Penelitian eksplanantif
b. Penelitian kualitatif : tidak menggunakan statistik
1) Penelitian deskriptif : menjelaskan gejala sosial dalam masyarakat
Referensi:
http://www.4skripsi.com/metodologi-penelitian/penelitian-korelasi.html
http://valid-consult.com/?Metodologi_Penelitian:Penelitian_Menurut_Tingkat_Ekplanasinya
https://shendud.wordpress.com/pendidikan/jenis-jenis-penelitian/