Perubahan Sosial

Materi

Pengertian Perubahan Sosial
Bentuk-bentuk Perubahan Sosial
Faktor-faktor Penyebab Perubahan Sosial
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Sosial
Faktor-faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial
Dampak Perubahan Sosial
Teori Perubahan Sosial

Pengertian Perubahan Sosial

Selo Soemardjan

Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. 

Tekanan pada definisi tersebut terletak pada lembaga-lembaga kemasyarakatan sebagai himpunan pokok manusia, perubahan-perubahan mana kemudian mempengaruhi segi-segi struktur masyarakat lainnya.

Kingsley Davis

Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.

Misalnya, timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dan majikan.




Bentuk-bentuk Perubahan Sosial 

a. Perubahan lambat dan perubahan cepat

1) Perubahan lambat (evolusi)
Contoh :
Perkembangan sistem berburu dan meramu ke sistem pertanian modern.
Perkembangan masyarakat dari primitif ke tradisional, kemudian menjadi masyarakat modern sesuai dengan perkembangan teknologi. 

Teori Utama Pola Perubahan Sosial

a. Teori Siklus
    - Perubahan sebagai sesuatu yang berulang-ulang.

Teori Siklus Ibnu Khaldun (1332-1406)
Ibnu Khaldun, dalam bukunya Muqaddimah, membuat teori tentang tahapan timbul tenggelamnya suatu negara atau sebuah peradaban menjadi lima tahap, yaitu:
1. Tahap sukses, dimana otoritas negara didukung oleh masyarakat (ashabiyyah) yang berhasil menggulingkan kedaulatan dari dinasti sebelumnya.
2. Tahap tirani, dimana penguasa berbuat sekehendaknya pada rakyatnya. Nafsu untuk menguasai menjadi tidak terkendali.
3. Tahap sejahtera, ketika kedaulatan telah dinikmati. Segala perhatian penguasa tercurah pada usaha membangun negara.
4. Tahap tentram dan damai, dimana penguasa merasa puas dengan segala sesuatu yang telah dibangun para pendahulunya.
5. Tahap kemewahan, dimana penguasa menjadi perusak warisan pendahulunya, pemuas hawa nafsu dan kesenangan. Pada tahap ini, negara tinggal menunggu kehancurannya.

Teori Siklus Oswald Spengler (1880-1836)
Oswald Spengler, dalam bukunya The Decline of The West, 1918, meyakini adanya kesamaan dasar dalam sejarah kebudayaan besar dunia, sehingga memungkinkan ia dapat memprediksi secara umum tentang jalannya sejarah masa depan (the course of future history). Predeksi Spengler terutama menyatakan bahwa kebudayaan Barat telah menemui ajalnya (doom), setelah ia melihat awal dan berakhirnya kebudayaan Barat (the beginning of the end). Spengler meramalkan keruntuhan Eropa. Ramalan itu didasarkan atas keyakinan bahwa gerak sejarah ditentukan oleh hukum alam.
Ia percaya bahwa setiap kebudayaan berlangsung melalui sebuah siklus mirip dengan siklus kehidupan organisme. Kebudayaan dilahirkan, tumbuh kuat (grow strong), melemah (weaken), dan akhirnya mati (die).
Oswald Spengler berpandangan bahwa setiap peradaban besar mengalami proses kelahiran, pertumbuhan dan keruntuhan. Proses perputaran itu memakan waktu sekitar seribu tahun.


b. Teori Perkembangan (Linier)    - Perubahan dapat diarahkan ke suatu titik tujuan tertentu.
Contoh: perubahan dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern.





2) Perubahan cepat (revolusi)
*Revolusi : perubahan yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat.
Contoh : Revolusi Mesir.

Revolusi mencoba untuk menempatkan pemerintahan baru.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu revolusi dapat terjadi:
a. Harus ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan.
Di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan dan harus ada suatu keinginan untuk mencapai perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut.
b. Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut.
c. Pemimpin mana dapat menampung keinginan-keinginan masyarakat untuk kemudian merumuskan sera menegaskan rasa tidak puas menjadi program dan arah gerakan.
d. Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat. Artinya adalah bahwa tujuan tersebut terutama sifatnya kongkrit dan dapat dilihat oleh masyarakat. Di sampin itu diperlukan juga suatu tujuan yang abstrak, misalnya perumusan sesuatu ideologi tertentu.
e. Harus ada momentum, yaitu saat dimana segala keadaan dan faktor sudah tepat dan baik untuk memulai suatu gerakan.



b. Perubahan kecil dan perubahan besar
1) Perubahan kecil : pengaruh yang ditimbulkan tidak luas.
Contoh : perubahan mode pakaian.
2) Perubahan besar : pengaruh yang ditimbulkan luas.
Contoh : proses industrialisasi.

c. Perubahan yang direncanakan (planned change) / perubahan yang dikehendaki (intended change)  dan perubahan yang tidak direncanakan (unplanned change) / perubahan yang tidak dikehendaki (unintended change)



1) Perubahan direncanakan/perubahan yang dikehendaki : perubahan yang diproses melalui suatu program atau rencana tertentu agar menghasilkan suatu perubahan tertentu.
Contoh : program Keluarga Berencana (KB) untuk menghasilkan keluarga sejahtera. Pelaku perubahan (agent of change) : pihak-pihak yang menghendaki perubahan.

2) Perubahan tidak direncanakan/perubahan yang tidak dikehendaki : perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki, berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat.
Contoh :
a. PHK mednyebabkan pengangguran meningkat dengan pesat
b. Penggunaan mesin pertanian memicu berkembangnya sikap individualis

d. Perubahan Struktural dan Perubahan Proses

1) Perubahan struktural : perubahan yang sangat mendasar yang menyebabkan timbulnya reorganisasi dalam masyarakat.
Contoh :
Perubahan sistem pemerintahan dari kerajaan menjadi republik.

2) Perubahan proses : perubahan yang sifatnya tidak mendasar. Perubahan tersebut hanya merupakan penyempurnaan dari perubahan sebelumnya.
Contoh :
Perubahan dalam kurikulum pendidikan yang menyempurnakan kurikulum sebelumnya.

Faktor-faktor Penyebab Perubahan Sosial 

1. Faktor intern :
a. Penemuan baru
Pengaruh penemuan-penemuan baru dalam kebudayaan jasmaniah atau kebendaan pada masyarakat:
1) Penemuan baru berpengaruh pada berbagai bidang. 
Misalnya penemuan radio menyebabkan perubahan dalam lembaga kemasyarakatan seperti pendidikan, agama, pemerintahan, rekreasi, dan seterusnya.




2) Penemuan baru berpengaruh pada satu lembaga kemasyarakatan kemudian menjalar kepada lembaga kemasyarakatan lainnya.
Misalnya penemuan baru kapal terbang, membawa pengaruh terhadap metode peperangan, yang kemudian kian memperdalam perbedaan antara negara-negara besar dengan negara-negara kecil.



3) Beberapa penemuan baru mengakibatkan satu jenis perubahan.
Misalnya penemuan mobil, kereta api dan jalan kereta api, telepon dan sebagainya menyebabkan tumbuhnya lebih banyak pusat-pusat kehidupan di daerah pinggiran kota yang dinamakan suburb.




b. Bertambah atau berkurangnya penduduk
c. Terjadinya pemberontakan atau revolusi
d. Pertentangan dalam masyarakat

2. Faktor ekstern :
- bencana alam
- masuknya kebudayaan dari masyarakat lain
- peperangan dengan negara lain

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Sosial

Faktor-faktor pendorong perubahan posial

1. Sistem pendidikan formal yang maju.
2. Sikap menghargai karya orang lain dan keinginan untuk maju.
3. Sistem terbuka dalam lapisan masyarakat.
4. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang.
5. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.
6. Penduduk yang heterogen.
7. Orientasi ke masa depan yang lebih baik.
8. Adanya kontak dengan kebudayaan lain.
9. Iklim yang menyenangkan bagi media massa.



Faktor-faktor penghambat perubahan sosial

1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.
2. Adanya adat atau kebiasaan yang sulit diubah
3. Adanya kepentingan yang tertanam kuat (vested interests) golongan penguasa.
4. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat.
5. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan.
6. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis.
7. Sikap masyarakat yang sangat tradisional.
8. Prasangka terhadap hal-hal baru dan asing.


Dampak Perubahan Sosial

Dampak positif perubahan sosial:
1. Integrasi sosial
2. Berkembang nilai-nilai yang lebih bermakna dalam hidup

Dampak negatif perubahan sosial:
1. Disintegrasi sosial
Bentuk disintegrasi:
- pergolakan di daerah
- aksi protes dan demonstrasi
- tindak kriminal



_______________


Referensi :

Kun Maryati dan juju Suryawati. 2007. Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas XII. Jakarta : Erlangga.

Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007. Manusia dan Masyarakat, Pelajaran Sosiologi untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta : Ganeca Exact.

Soal UN Sosiologi SMA 2008, 2009, 2010

 Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.